Halaman

    Social Items


Para penggemar film petualangan pastinya sudah menunggu Alpha.  Apalagi disini memang mengisahkan peradaban manusia dari zaman es. Jauh dari hingar bingar promosi yang gila, namun ternyata film Alpha mendapatkan respon yang positif.

Film ini sudah rilis tayang di Singapura pada Agustus 2018 yang baru lalu. Rating yang dihimpun dari IMDB dan Rotten Tomatoes pun memberikan nilai yang positif untuk film Alpha.

Alpha adalah film yang mengambil latar waktu zaman prasejarah Eropa 20 ribuan tahun silam. Zaman itu tidak ada bahasa Inggris, fesyen glamor, atau teknologi canggih. Mereka hanya tahu cara berburu untuk bertahan hidup, serta menjaga keluarga dan suku mereka dari binatang buas.

Itulah sekelumit kisah yang menjadi kehidupan manusia di zaman prasejarah. Namun, kisah yang diangkat dalam film ini adalah tentang pershabatan antara manusia dengan hewan-hewan liar, termasuk seekor serigala.

Film ini diarahkan oleh sutradara Albert Hughes, yang notabene adalah sutradara yang sukses membesut film Menace II Society dan The Book of Eli.

Dilansir dari laman Pop Inquirer, aktor Kodi Smit-McPhee akan memerankan karakter utama bernama Keda yang berusia 17 tahun. Keda merupakan seorang anggota suku Solutrean, bagian dari suku Cro-Magnon yang tinggal di area yang kini dikenal sebagai Prancis selatan dan Spanyol.


Ringkasan Cerita Alpha



Film ini dimulai ketika musim dingin tiba. Musim ini membuat sekelompok pemburu bersiap melakukan perburuan besar-besaran. Tidak hanya para pria dewasa yang berburu, tetapi anak muda juga turut serta bersiap untuk berburu. Salah satunya adalah Keda (Kodi Smit-McPhee), anak dari kepala suku setempat, yaitu Tau (Jóhannes Haukur Jóhannesson).

Pada saat berburu mereka tidak hanya bergerak menggunakan insting. Tetapi juga memanfaatkan beberapa petunjuk yang telah ada sejak zaman nenek moyang mereka. Petunjuk-petunjuk ini berupa tumpukan bongkahan batu besar yang menjulang tinggi. Salah satu batu yang terletak di bagian bawah ada sebuah tanda tangan yang memberi arahan.

“Apabila ingin berburu, maka ikutilah petunjuk dari batu ini. Jari-jari pada tanda tangan ini menunjukkan arah di mana buruan berada,” kata Tau pada Keda saat mereka melewati tumpukan batu pertama.

Hari pun berganti, namun para pemburu masih harus melewati cuaca ekstrim untuk bisa sampai ke tujuan akhir. Mereka sudah berhasil mendapat hewan tangkapan yang banyak. Namun, mereka terus berkelana. Hingga menemukan sebuah petunjuk bahwa ada makanan yang lebih besar, yakni sekelompok bison stepa.

Adegan penangkapan bison stepa dalam film ini pun menjadi titik balik cerita. Disinilah, Keda sadar bahwa ia harus menjadi lebih kuat agar dapat bertahan di alam liar.

Ia selalu terngiang akan nasehat ayahnya, Keda pun berjuang untuk dapat bertahan hidup. Namun, rasanya sia-sia, karena akhirnya ia pun tak berdaya melawan kawanan serigala yang menghadang. Sadar bahwa dirinya tak mampu melawan kawanan serigala, ia pun menetap di atas pohon. Namun, serigala tetap menyerangnya. Namun, perlawanan Keda berhasil melukai salah satu serigala itu.

Di atas pohon, ketika Keda sedang terlelap di atas pohon, ia kerap mendengar rintihan serigala yang berhasil ia lukai.



Credits : Layar.id

Trailer : Film Alpha Yang Mengisahkan Persahabatan Manusia dan Serigala


Para penggemar film petualangan pastinya sudah menunggu Alpha.  Apalagi disini memang mengisahkan peradaban manusia dari zaman es. Jauh dari hingar bingar promosi yang gila, namun ternyata film Alpha mendapatkan respon yang positif.

Film ini sudah rilis tayang di Singapura pada Agustus 2018 yang baru lalu. Rating yang dihimpun dari IMDB dan Rotten Tomatoes pun memberikan nilai yang positif untuk film Alpha.

Alpha adalah film yang mengambil latar waktu zaman prasejarah Eropa 20 ribuan tahun silam. Zaman itu tidak ada bahasa Inggris, fesyen glamor, atau teknologi canggih. Mereka hanya tahu cara berburu untuk bertahan hidup, serta menjaga keluarga dan suku mereka dari binatang buas.

Itulah sekelumit kisah yang menjadi kehidupan manusia di zaman prasejarah. Namun, kisah yang diangkat dalam film ini adalah tentang pershabatan antara manusia dengan hewan-hewan liar, termasuk seekor serigala.

Film ini diarahkan oleh sutradara Albert Hughes, yang notabene adalah sutradara yang sukses membesut film Menace II Society dan The Book of Eli.

Dilansir dari laman Pop Inquirer, aktor Kodi Smit-McPhee akan memerankan karakter utama bernama Keda yang berusia 17 tahun. Keda merupakan seorang anggota suku Solutrean, bagian dari suku Cro-Magnon yang tinggal di area yang kini dikenal sebagai Prancis selatan dan Spanyol.


Ringkasan Cerita Alpha



Film ini dimulai ketika musim dingin tiba. Musim ini membuat sekelompok pemburu bersiap melakukan perburuan besar-besaran. Tidak hanya para pria dewasa yang berburu, tetapi anak muda juga turut serta bersiap untuk berburu. Salah satunya adalah Keda (Kodi Smit-McPhee), anak dari kepala suku setempat, yaitu Tau (Jóhannes Haukur Jóhannesson).

Pada saat berburu mereka tidak hanya bergerak menggunakan insting. Tetapi juga memanfaatkan beberapa petunjuk yang telah ada sejak zaman nenek moyang mereka. Petunjuk-petunjuk ini berupa tumpukan bongkahan batu besar yang menjulang tinggi. Salah satu batu yang terletak di bagian bawah ada sebuah tanda tangan yang memberi arahan.

“Apabila ingin berburu, maka ikutilah petunjuk dari batu ini. Jari-jari pada tanda tangan ini menunjukkan arah di mana buruan berada,” kata Tau pada Keda saat mereka melewati tumpukan batu pertama.

Hari pun berganti, namun para pemburu masih harus melewati cuaca ekstrim untuk bisa sampai ke tujuan akhir. Mereka sudah berhasil mendapat hewan tangkapan yang banyak. Namun, mereka terus berkelana. Hingga menemukan sebuah petunjuk bahwa ada makanan yang lebih besar, yakni sekelompok bison stepa.

Adegan penangkapan bison stepa dalam film ini pun menjadi titik balik cerita. Disinilah, Keda sadar bahwa ia harus menjadi lebih kuat agar dapat bertahan di alam liar.

Ia selalu terngiang akan nasehat ayahnya, Keda pun berjuang untuk dapat bertahan hidup. Namun, rasanya sia-sia, karena akhirnya ia pun tak berdaya melawan kawanan serigala yang menghadang. Sadar bahwa dirinya tak mampu melawan kawanan serigala, ia pun menetap di atas pohon. Namun, serigala tetap menyerangnya. Namun, perlawanan Keda berhasil melukai salah satu serigala itu.

Di atas pohon, ketika Keda sedang terlelap di atas pohon, ia kerap mendengar rintihan serigala yang berhasil ia lukai.



Credits : Layar.id

Tidak ada komentar